logo logo

Call:

Call:

BERITA 07-07-2026 14:37:03

Desa Pemetung Basuki Jadi Saksi, Reses Fenus Antonius Tak Sekadar Menampung Aspirasi

Reses Fenus Antonius menjadi ruang untuk mendengar, memahami, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat

Image
Genus Antonius Hadir Ditengah Masyarakat

OKU TimurReses tidak selalu harus berakhir pada pencatatan usulan dan laporan administrasi. Bagi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Dapil IV Kabupaten OKU Timur, Fenus Antonius, SE., MM, reses menjadi ruang untuk mendengar, memahami, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Hal itu terlihat saat politisi Fraksi PAN tersebut menggelar reses Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026 di Desa Pemetung Basuki, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Selasa (7/7/2026).

Di hadapan kepala desa, pengurus PKK, tokoh masyarakat, dan warga, Fenus menegaskan bahwa pembangunan seharusnya lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan ditentukan sepihak dari balik meja. Karena itu, ia berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi untuk Desa Pemetung Basuki, dengan pemanfaatannya diputuskan melalui musyawarah bersama warga.

"Saya akan memperjuangkan aspirasi untuk Desa Pemetung Basuki. Namun pembangunan apa yang akan dilakukan harus diputuskan melalui musyawarah bersama masyarakat, karena masyarakatlah yang paling mengetahui kebutuhan dan yang akan merasakan manfaatnya," ujar Fenus.

Komitmen tersebut disambut antusias warga yang menyampaikan berbagai persoalan di desanya. Salah satunya disampaikan Umi yang mengeluhkan kondisi gorong-gorong yang telah ambrol. Menurutnya, setiap kali hujan turun, tanah di sekitar gorong-gorong terus tergerus sehingga kerusakan semakin meluas dan membahayakan pengguna jalan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Fenus yang merupakan anggota Komisi II DPRD Sumsel memastikan seluruh usulan masyarakat telah dicatat dan akan diperjuangkan melalui mekanisme legislatif sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Namun, ada satu persoalan yang menurutnya tidak bisa menunggu proses pembahasan anggaran.

Di tengah dialog, warga menyampaikan kondisi Muhlisun (58), seorang petani yang selama bertahun-tahun menderita tumor di bagian dalam mulut. Penyakit yang dideritanya membuat Muhlisun lebih banyak menutup diri karena merasa malu dengan kondisinya. Meski demikian, ia tetap berusaha bekerja di kebun demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Usai kegiatan reses, Fenus tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia memilih mendatangi rumah Muhlisun untuk melihat langsung kondisi yang dialami warganya.

Di rumah sederhana itu, Fenus mendengarkan kisah Muhlisun, mulai dari operasi hernia yang baru dijalaninya, kondisi ekonomi keluarga yang semakin berat, hingga tanggung jawab membiayai anak yang masih bersekolah.

"Sebagai wakil rakyat, sudah menjadi tanggung jawab kami hadir ketika masyarakat membutuhkan. Saya berharap Pak Muhlisun segera mendapatkan penanganan medis yang lebih baik agar bisa kembali sehat dan beraktivitas," kata Fenus.

Bagi Muhlisun, kunjungan tersebut menjadi perhatian yang sangat berarti. Di tengah perjuangannya melawan penyakit dan keterbatasan ekonomi, kehadiran seorang wakil rakyat yang datang langsung ke rumahnya memberikan semangat dan harapan baru.

Melalui reses ini, Fenus Antonius menunjukkan bahwa menyerap aspirasi tidak cukup hanya dengan mendengar. Aspirasi harus diwujudkan menjadi langkah nyata, baik melalui perjuangan pembangunan infrastruktur maupun kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Sebab, pembangunan sejatinya bukan hanya tentang proyek dan anggaran, tetapi juga tentang menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan. (®)

Baca Juga
Penulis: Rivaldo
Editor: Redaksi

Dapatkan update informasi pilihan dan berita terbaru setiap hari dari Www.citranusamedia.com, Mari bergabung di Grup Telegram "CNM MEDIA", caranya klik link ini: GABUNG SEKARANG, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.